Minggu, 10 April 2016

Pohon Andalas

    Hasil gambar untuk gambar pohon andalas

Nama lokal: Andalas (Sumatera), hole tanduk (Batak), andaleh (Minangkabau), kertau (Jawa).
Nama asing: Himalayan mulberry, long-fruited mulberry, indian yellow mulberry, Pakistan mulberry, king white mulberry (Amerika); chang guo bai sang, chang guo sang (Cina); mon luang (Thailand); mûrier à longs fruits, mûrier des indes (Perancis).
Pohon Andalas merupakan tanaman khas Sumatera Barat. Pohon dengan nama latin Morus macroura ini ditetapkan menjadi flora identitas bagi provinsi Sumatera Barat. Pohon Andalas (Morus macroura) masih berkerabat dekat dengan pohon Murbei (Morus alba) yang biasa digunakan sebagai pakan ulat sutra (Bombyx mori). Tanaman yang disebut sebagai Himalayan Mulberry atau Sumatra Mulberry ini dalam bahasa daerah sering dinamai juga sebagai Kertau, Hole Tanduk, dan Andaleh. Sedangkan dalam bahasa ilmiah pohon yang menjadi maskot (flora identitas) Sumatera Barat ini dinamakan Morus macroura yang bersinonim dengan Morus laevigata. Ditetapkannya pohon Andalas sebagai flora identitas Sumatera Barat mungkin tidak terlepas dari pemanfaatan kayu Andalas sebagai bahan pembangunan rumah adat di daerah Minangkabau. Sayangnya pohon ini mulai langka dan sulit ditemukan. Bahkan untuk memperoleh kayunya seringkali memerlukan perjalanan berhari-hari menuju lokasinya di hutan.

Diskripsi Pohon Andalas
Pohon Andalas mempunyai tinggi sekitar 40 meter dengan diameter batang mencapai 1 meter. Bentuk daun mirip daun murbai (Morus alba), seperti jantung namun permukaan daunnya sedikit kasar karena berbulu. Bagian tepi daunnya bergerigi. Tangkai daun maupun cabang Andalas juga berbulu, bulu-bulu tersebut bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit yang peka.
Buah Andalas pun mirip dengan buah murbai. Buahnya berbentuk majemuk, menggerombol berwarna hijau jika masih muda dan menjadi ungu kemerahan bila telah masak. Buahnya berair dan dapat dimakan dengan rasa asam-asam manis. Perbanyakanpohon ini bisa dengan cara stek.
Pohon Andalas (Morus macroura) tumbuh tersebar mulai dari India, China bagian selatan, Kamboja, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia tanaman ini hanya bisa ditemukan di Sumatera dan Jawa bagian barat.Habitat pohon Andalas terdapat di hutan-hutan dataran tinggi dengan curah hujan yang cukup banyak pada ketinggian antara 900-2.500 meter dpl. Daun Tunggal. Tumbuh berselang-seling. Pertulangan daun menyirip. Mirip daun murbei yang berbentuk bulat hati, sedikit lancip di bagian ujung daun. Namun, permukaan daun, cabang, dan tangkai daunnya berbulu. Bulu itu bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit sensitif. Pinggiran daun bergigi lembut. Bunga Majemuk, muncul di ketiak daun. Bunga membentuk malai sepanjang 10-15 cm. Bunga berumah dua alias dioceous – bunga jantan dan betina berada pada tanaman berbeda. Bunga jantan memiliki 4 kepala sari sedangkan bunga betina satu putik. Warna putih kehijauan. Bunganya memerlukan waktu 6 bulan hingga menjadi buah yang benar-benar masak.
Buah tumbuh bergerombol, berwarna merah ketika masak. Rasanya asam dan manis. Panjangnya 40-100 mm dengan diameter hanya 6-10 mm. Bobot basah 2-5 gram per buah. Biji satu buah membawa 100-300 biji. Berukuran kecil dan berwarna cokelat kehitaman.
Pohon yang ditetapkan sebagai tanaman khas (flora identitas) provinsi Sumatera barat ini terkenal sebagai kyu yang kuat, tahan serangga dan tidak mudah lekang oleh panas maupun lapuk oleh hujan. Oleh karenanya kayu Andalas sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan untuk rumah baik sebagai tiang, balok landasan rumah, papan dinding, maupun lantai. Selain itu kayunya juga kerap kali dipergunakan untuk pembuatan perabot rumah tangga. Meskipun tidak termasuk dalam ‘daftar merah’ (red listIUCN, tetapi di Indonesia (baik di Jawa maupun di Sumatera), tanaman ini mulai langka dan sulit ditemukan. Tentunya kita tidak menginginkan sebuah maskot provinsi akan menjadi punah.
sumber :

April 10, 2016   Posted by Isnaini Asri with No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search